René Descartes: Bapak Filsafat Modern

René Descartes: Bapak Filsafat Modern

René Descartes, yang lahir pada tahun 1596, adalah seorang filsuf Prancis yang dianggap sebagai bapak filsafat modern. Descartes lahir di La Haye, Prancis (sekarang bagian dari Perancis).

Ayahnya adalah seorang pengacara terkemuka. Descartes belajar hukum di Universitas Poitiers sebelum bergabung dengan tentara sebagai sukarelawan pada usia 22 tahun. Selama masa dinas militernya, Descartes memiliki waktu untuk belajar dan berpikir. Dia menyadari bahwa banyak hal yang dia pelajari di sekolah tidak memuaskan rasa ingin tahunya akan kebenaran.

Pada usia 24 tahun, Descartes mengalami serangkaian mimpi yang membuatnya yakin bahwa matematika adalah kunci untuk memahami alam semesta. Dia meninggalkan militer dan menghabiskan beberapa tahun berikutnya untuk belajar. Selama periode ini, Descartes mengembangkan fondasi untuk filsafatnya yang dikenal sebagai rasionalisme. Intinya, rasionalisme Descartes berpendapat bahwa pengetahuan harus didasarkan pada akal sehat dan penalaran, bukan pada otoritas tradisional.

Pada tahun 1637, Descartes menerbitkan buku yang berpengaruh Discours de la méthode (A Discourse on Method), yang menjelaskan metodenya untuk mencapal kebenaran melalui keraguan sistematis dan penalaran deduktif. Buku ini membantu Descartes mendapatkan pengakuan sebagai salah satu filsuf paling penting pada zamannya.

Kontribusi René Descartes Terhadap Filsafat Modern

Sebagai salah satu tokoh penting dalam filsafat Barat, René Descartes memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan filsafat modern.

Metode Keraguan Radikal

Descartes dikenal karena metode keraguan radikalnya, la berusaha meragukan semua keyakinan dan pengetahuan yang dimilikinya untuk menemukan dasar yang pasti. Dengan metode ini, Descartes berhasil menemukan satu kebenaran mutlak: “Aku berpikir, maka aku ada.” Pernyataan ini dikenal sebagai cogito ergo sum.

Pemisahan antara Pikiran dan Tubuh

Descartes juga dikenal karena teorinya tentang dualisme, yaitu pemisahan antara pikiran dan tubuh. Menurut Descartes, pikiran dan tubuh adalah dua substansi yang berbeda. Pikiran bersifat nonfisik, sedangkan tubuh bersifat fisik. Keduanya saling berinteraksi di pineal gland. Teori ini memengaruhi perkembangan psikologi dan ilmu saraf.

Rasionalisme

Descartes adalah seorang rasionalis. la percaya bahwa akal budi adalah sumber pengetahuan yang paling utama. Bagi Descartes, pengetahuan didapatkan melalui Intuisi dan deduksi, bukan melalui indera. Pandangan ini berlawanan dengan empirisme yang menekankan peran pengalaman indera. Rasionalisme Descartes berpengaruh besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern.

BACA JUGA : Gunung Kangchenjunga: Gunung Tertinggi Ketiga di Dunia

Dengan kontribusinya terhadap keraguan radikal, dualisme pikiran-tubuh, dan rasionalisme, Descartes pantas disebut sebagai Bapak Filsafat Modern. Pemikirannya telah membentuk cara pandang Barat mengenai diri manusia dan hubungannya dengan alam semesta.